Penyebab Tangan Dan Kaki Sering Mati Rasa - Myspace-Toys.com

Rabu, 24 Juli 2019

Penyebab Tangan Dan Kaki Sering Mati Rasa

rasa kebas adalah

Terkadang beberapa bagian tubuh seperti tangan dan kaki pernah mengalami rasa kebas. Bagi yang belum tahu, rasa kebas adalah sebuah kondisi mati rasa dimana rangsangan sinyal dari tubuh ke otak terganggu. Apabila rasa kebas yang muncul bisa hilang dengan sendirinya setelah meluruskan bagian tubuh tersebut, maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Sebaliknya apabila rasa kebas tersebut terus muncul tanpa adanya sebab yang jelas dan tidak bisa segera hilang, anda harus mulai curiga dan waspada. Mengapa begitu? Karena kondisi mati rasa pada bagian tertentu di tubuh bisa terjadi karena adanya saraf yang rusak atau terjepit sehingga otak tidak bisa menerima informasi apapun dari bagian tubuh tertentu. Akibatnya bagian tubuh tersebut akan terasa mati rasa, tidak bisa menerima rangsangan sakit, rangsangan perbedaan suhu dan lain sebagainya.

Ada beberapa kondisi tubuh yang bisa menyebabkan terjadinya mati rasa pada bagian tubuh tertentu, pada artikel ini akan dijelaskan penyebab-penyebab tersebut.

1.    Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
CTS adalah salah satu kondisi tubuh yang paling sering menjadi penyebab mati rasa di tangan. Kondisi CTS terjadi karena saraf medianus terjepit. Saraf medianus merupakan saraf yang melewati pergelangan tangan dan memiliki bentuk seperti terowongan karpal, sehingga kondisi yang mengakibatkan saraf ini rusak disebut sebagai Carpal Tunnel Syndrome. Beberapa gejala dari CTS adalah kesemutan, rasa seperti ditusuk sepanjang pergelangan tangan hingga ke lengan bagian atas dan juga mati rasa. Beberapa area di sekitar tangan yang paling sering nyeri adalah jempol, telunjuk, jari tengah dan juga area telapak tangan. Biasanya penyakit CTS menyerang orang yang banyak bekerja menggunakan tangan dengan gerakan yang berulang dalam waktu yang cukup lama. 

2.    Kista ganglion
Kista merupakan benjolan yang mirip dengan kanker, namun kista bukanlah kanker. Kista bisa terbentuk di seluruh bagian tubuh, namun pada kista ganglion benjolan akan muncul di area sendi ataupun pada selubung penutup tendon (sebuah jaringan yang menghubungkan otot dan tulang). Biasanya kista ganglion lebih banyak muncul di area atas pergelangan tangan, pangkal jari bagian telapak tangan, telapak pergelangan tangan dan juga bagian atas dari sendi ujung jari. Benjolan yang muncul berbentuk bulan dan ketika dipegang terasa kenyal seperti jeli karena benjolan tersebut berisi cairan. Apabila mengalami kista ganglion, maka tangan akan terasa sakit ketika menekan saraf-saraf yang ada disekitarnya, selain itu area tangan juga akan mati rasa. Kista ganglion sendiri biasanya bisa hilang sendiri, namun anda juga bisa menghilangkannya dengan pembedahan.

3.    Multiple sclerosis
Penyakit ini menyerang sel-sel pada saraf pusat, terutama di bagian sumsum tulang belakang, otak dan juga saraf mata. Lemah otot, penglihatan yang ganda dan juga mati rasa pada bagian tangan merupakan sebagian gejala yang muncul akibat multiple sclerosis. Gejala-gejala multiple sclerosis biasanya muncul satu per satu dalam rentang waktu yang lama sehingga penyakit ini baru dapat didiagnosis setelah bertahun-tahun mengalami gejala tersebut. Wanita berusia 20 – 30 tahun memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan pria untuk mengalami multiple sclerosis.

4.    Gangguan tiroid
Ketika gangguan tiroid tidak segera diobati, maka bisa menyebabkan terjadinya kerusakan saraf yang menyalurkan informasi ke otak dan juga ke sumsum tulang belakang. Salah satu akibatnya adalah tangan akan mengalami mati rasa. Selain mati rasa, pada beberapa kasus penderita juga merasakan kedinginan terus-menerus, mengalami kenaikan berat badan dan juga rambut rontok. 

5.    Stroke
Seperti yang anda ketahui, stroke bisa terjadi pada siapa saja dan pada umur berapa saja. Sinyal tubuh yang rusak menjadi salah satu akibat dari penyakit stroke sehingga di beberapa bagian tubuh bisa mengalami mati rasa dan juga kesemutan. Stroke sendiri terjadi akibat suplai darah ke otak tidak lancar, hal tersebut menyebabkan jaringan otak kekurangan suplai oksigen dan nutrisi yang akhirnya membuat sel-sel otak tidak bisa berfungsi dengan baik. Beberapa gejala lainnya yang muncul akibat stroke adalah pandangan kabur, merasa pusing, senyum tidak simetris dan tidak bisa berbicara dengan jelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar