Lebih Baik Langsung PT atau CV Dulu? - Myspace-Toys.com

Kamis, 29 Agustus 2019

Lebih Baik Langsung PT atau CV Dulu?

proses pembuatan CV

Setiap orang yang ingin memulai bisnis, pastinya Anda harus memilih jenis perusahaan yang tepat untuk perkembagan bisnis tersebut terlebih dahulu. Ada tiga badan usaha yang paling umum digunakan yaitu Perseroan Terbatas (PT), Perseroan Komanditer (Commanditaire Vennootschap atau disingkat CV), dan Firma. Biasanya CVlah yang sering digunakan sebagai solusi untuk mendirikan badan usaha dengan modal yang terbatas. Nah, bagaimanakah cara ataupun proses pembuatan CV tersebut? selain itu terdapat pertanyaan apakah dari CV dapat ditingkatkan menjadi PT suatu hari nanti? Maka dari itu perlu dipahami dan perlu mengenal apa yang disebut dengan CV terlebih dahulu.
 
CV adalah sebuah persekutuan yang didirikan oleh seseorang atau beberapa orang yang mempercayakan uangnya atau barang kepada pihak lain yang menjalankan perusahaan dan sekaligus sebagai pemimpinnya. CV ini sering diajukan oleh para industry rumah tangga yang termasuk kedalam industry kecil dengan modal yang tidak lumayan besar. Karena syarat pendirian CV ini sangatlah sederhana. Dapat dikatakan bahwa pendirian CV lebih mudah dan sederhana dibanding dengan prosedur pendirian PT. Adapun prosesnya sebagai berikut.
 
1.    Membuat akta pendirian CV
Untuk pembuatan akta pendirian CV ini perlu dibutuhkan minimal 2 orang yang harus ada sebagai pendirinya. Dimana satunya akan berperan sebagai sekutu aktif dan yang lainnya sebagai sekutu pasif. Pihak selain sekutu juga perlu mempersiapkan beberapa hal berikut saat mengajukan akta pendirian CV, diantaranya
 
a.    Nama lengkap, pekerjaan dan tempat tinggal para pendiri
b.    Penetapan nama CV yang telah disepakati
c.    Keterangan maksud dan tujuan dalam mendirikan perusahaan tersebut
d.    Nama sekutu yang akan menandatangani perjanjian
e.    Keterangan kapan dimulai dan diberlakunya CV tersebut
f.    Serta beberapa persiapan lainnya yang dibutuhkan
 
2.    Mendaftarkan Akta Pendirian CV
Setelah mendapatkan akta pendirian, maka selanjutnya yaitu mendaftarkan akta tersebut ke Kepaniteraan Pengadilan Negeri setempat yang berwenang. Adapun kelengkapannya adalah Surat Keterangan Domisili Perusahaan (SKDP) dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) atas CV tersebut.
 
3.    Mengurus Izin Usaha
Langkah selanjutnya yaitu harus mengurus surat izin usaha yang sesuai dengan bidang usaha yang dijalankan. Pengurusan izin usaha umumnya dilakukan di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) atau di kantor perwakilan dinas terkait.
 
4.    Mengurus Tanda Daftar Perusahaan
Selanjutnya ialah mengurus Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang merupakan dokumen wajib sebagai bukti legalitas yang dimiliki oleh CV.
 
5.    Mengumumkan Ikhtisar Resmi Pendirian CV
Langkah ini adalah langkah terakhir ketika mendirikan CV, yaitu mengumumkan ikhtisar resmi pendirian sebuah CV.
 
Seperti itulah beberapa proses ketika akan mendirikan sebuah CV. Namun banyak pemilik CV menginginkan untuk meningkatkan CV-nya menjadi sebuah PT. Serta adanya anggapan bahwa prosesnya akan lebih ribet dan panjang. Dengan demikian, beberapa orang diantaranya akan mencari alternative lainnya. Yaitu dengan membuat PT baru dengan nama yang sama dengan CV tersebut. Alternative ini tentunya mudah dan cepat. Namun kekurangannya adalah riwayat dari CV tidak dapat digunakan kembali ketika badan usaha tersebut sudah berubah menjadi PT. 
 
Oleh karena itu anda harus mempertimbangkan baik buruknya hal yang akan terjadi ketika akan mengubah perusahaan Anda menjadi PT. Jika Anda masih ragu akan alternatif ketika pendirian CV tersebut, maka Anda perlu mencari banyak pengetahuan apa dampak setelahnya dari hal tersebut. Selalu lakukanlah pertimbangan yang matang untuk memilih badan usaha yang akan digunakan dan dikembangkan. Anda juga bisa mencari banyak informasi dari relasi yang dibangun dengan banyak orang yang sudah berpengalaman dalam badan usaha CV maupun PT sehingga akan banyak masukan yang akan diterima dan menjadi pertimbangan bagi Anda. Dengan demikian, Anda bisa mengambil sebuah keputusan yang tepat bahwa akan dibawa kemanakah badan usaha yang sudah Anda bangun dan kembangkan tersebut. Serta dapat pula mengontrol bagaimana pembiayaan yang tepat sasaran dalam kegiatan pengembangan badan usaha Anda. Dengan begitu akan terlaksananya tujuan dari perusahaan Anda yang telah direncakan ketika akan merintis sebuah badan usaha sebelumnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar