Beda Depresi dan Stres yang Perlu Kamu Tahu - Myspace-Toys.com

Minggu, 15 Desember 2019

Beda Depresi dan Stres yang Perlu Kamu Tahu

Beda Stress Depresi
 
Akhir-akhir ini, kata depresi pasti sering kamu dengar, kan? Faktanya, sudah banyak orang yang menganggap kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Tidak hanya penyakit fisik saja yang perlu diobati, penyakit mental pun perlu diobati dengan penanganan yang tepat agar tidak berpengaruh ke kondisi kesehatan lainnya.
 
Akan tetapi, ada yang menghadapi kesadaran banyak orang tentang kesehatan mental dengan cara yang salah. Self diagnosed menjadi wabah yang perlu dihindari. Contohnya, seseorang yang mengalami stres bukan berarti langsung dikategorikan sebagai orang yang depresi. Perlu dilakukan beberapa tes terlebih dahulu dari ahli atau profesional agar diagnosa tersebut benar adanya. Berikut ini beberapa perbedaan stres dan depresi yang sebainya kamu ketahui.
 
Penyakit vs Pemicu
Depresi dan stres merupakan dua hal yang berbeda. Depresi merupakan penyakit, sementara stres adalah pemicu. Stres merupakan perasaan kewalahan atas pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Di sisi lain, depresi adalah penyakit yang akan memengaruhi kondisi fisik seseorang hingga suasana hati yang sedang dirasakan.
 
Perbedaan gejala
Diakui oleh beberapa ahli kesehatan mental, penyebab stres dan depresi memang sedikit mirip. Hal itu yang menyebabkan seseorang menjadi rancu dalam menentukan apakah dirinya sedang stres atau benar-benar membutuhkan pertolongan karena sedang mengalami depresi.
 
Beberapa ahli menyebutkan beberapa penanda yang menunjukkan bahwa diri sedang stres, yaitu konsentrasi mudah hilang sehingga mudah lupa tentang suatu hal, pola makan dan tidur yang menjadi tidak teratur, serta perasaan yang mudah berubah menjadi kemarahan. 
 
Sedangkan depresi ditunjukan dengan menarik diri dari lingkungan, tidak memiliki motivasi dan semangat untuk melakukan banyak hal, merasa sedih secara konsisten dalam jangka waktu yang lama, pikiran-pikiran negatif sering timbul, dan ada pemikiran untuk bunuh diri.
 
Cara penanganan
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, tanda-tanda yang muncul berbeda antara stres dan depresi, itulah mengapa cara penanganannya pun berbeda. Bila seseorang mengalami stres, hal yang perlu dilakukan adalah mengatur waktu untuk memiliki jam istirahat yang cukup dan maksimal, rajin melakukan olah raga, berlibur, menceritakan masalah yang sedang dihadapi kepada orang lain yang terpercaya. Di sisi lain, seseorang yang mengalami depresi perlu melakukan hal yang berbeda, yaitu mengunjungi psikologi atau psikiater untuk mendapat pertolongan yang tepat, terapi atau psikoterapi, dan mengonsumsi obat yang dianjurkan.
 
Beberapa hal di atas semoga bisa membantu untuk memberikan informasi awal terkait stres atau depresi. Hal yang perlu dicatat adalah jangan terpengaruh pada stigma negatif bahwa orang yang mengunjungi psikolog atau psikiater adalah  orang gila. Pada dasarnya, semua orang bisa menggunakan jasa psikolog atau psikiater. Bila kondisi mental seseorang baik, sesi diskusi dengan psikolog atau psikiater pilihan menjadi sesi konsultasi pribadi.

1 komentar: