Proses Pembuatan Gerabah yang Umum - Myspace-Toys.com

Rabu, 25 Agustus 2021

Proses Pembuatan Gerabah yang Umum

Gerabah

 


Gerabah dibuat dari tanah liat atau lempung yang kemudian dicetak atau dibentuk barulah akan dibakar dan biasanya digunakan untuk membuat alat-alat yang berguna dalam kehidupan manusia yang berbentuk wadah.


Gerabah merupakan bagian dari keramik yang dinilai dari tingkat kualitas bahannya. Menurut The Concise Colombia Encyclopedia (1995), kata keramik berasal dari bahasa Yunani yaitu keramikos yang artinya bentuk dari tanah liat yang telah melewati proses pembakaran. 


Keramikos terdiri dari tanah liat yang telah dibentuk yang termasuk mineral non-logam yang mengalami proses pembakaran dengan suhu tinggi yang membuatnya menjadi jelas secara permanen. Menurut para ahli, gerabah dianggap sebagai budaya dunia atau universal. Singkatnya, gerabah hampir ada di mana-mana di berbagai bagian dunia.


Perkembangan dan penemuan gerabah muncul secara individual tanpa selalu mempengaruhi. Tidak menutup kemungkinan setiap negara akan memiliki ciri khas seni gerabah mereka sendiri tanpa meniru negara lain. Maka dari itu gerabah pada setiap negara tentu berbeda-beda dan memiliki keunikannya tersendiri.


Proses Pembuatan Gerabah
Tanah liat merupakan bahan baku produk kerajinan gerabah. Alat bantu atau alat produksi yang dibutuhkan meliputi pasir, kayu bakar, kaolin, simir, minyak tanah, semen warna, dan cat. Sedangkan peralatan yang digunakan dalam proses manufaktur adalah unit material handling, tungku pembakaran, alat putar, pisau gores, kuas, dan pompa air. Untuk proses pembuatan gerabah yang umumnya dilakukan yaitu: 


1.    Persiapan Tanah Liat
Bahan baku utama yaitu tanah liat umumnya diambil dari pegunungan. Menurut pembuat gerabah yang sudah berpengalaman, tanah terbaik adalah tanah liat yang ditemukan di lapisan tanah yang dalam di sepanjang tepi bukit pasir kecil. Warna tanah liat merupakan salah satu kriteria untuk mengklasifikasikan jenis keramik. Warna dasar tanah liat menciptakan warna yang berbeda pada hasil produk gerabah yang dihasilkan selama tahap pembakaran.


2.    Proses Pembentukan Gerabah
Sebelum memulai pencampuran bahan-bahan utama yaitu tanah liat, pasir dan air, Tanah liat pertama kali direndam terlebih dahulu selama 2-3 hari. Proses perendaman ini merupakan sistem pembasahan yang bertujuan untuk membantu menyaring lumpur dari kerikil kecil yang masih menempel di tanah liat tersebut.
Sambil menunggu proses perendaman selesai, pasir diayak untuk mendapatkan pasir yang sangat halus. Setelah merendam tanah liat dan mengayak pasir, kedua bahan tersebut dicampur untuk membentuk dasar tanah liat yang dapat dengan mudah dicetak menjadi desain yang diinginkan.


Gerabah biasanya akan dibentuk dengan menggunakan tangan dan permukaannya yang akan dihaluskan dengan potongan kayu atau bambu serta sebilah sabit bekas hingga pori-pori gerabah menjadi sangat halus dan terlihat lebih rapi. Setelah dihaluskan, biarkan gerabah mengering selama 5 hingga 7 hari sampai gerabah benar-benar kering hingga ke bagian dalamnya. Setelah itu baru gerabah akan dibakar. 


3.    Pembakaran Gerabah
Gerabah akan dibakar kembali jika sudah benar-benar kering. Proses pembakaran membutuhkan bahan seperti jerami, kayu bakar, daun bambu kering, serabut kulit kelapa, minyak tanah, dan batu bata yang telah pecah sebagai alas untuk meletakkan gerabah. Proses pembakaran keramik biasanya memakan waktu sekitar 3-4 jam. 


4.    Finishing
Jika sudah selesai dibakar, maka gerabah akan melewati tahap finishing yang bertujuan untuk membuat hasil produk gerabah menjadi lebih indah dan menarik untuk dijual serta memiliki nilai seni yang tinggi. Gerabah sudah banyak dijual oleh para pengrajin bahkan juga dijual secara online. Anda bisa menemukan banyak koleksi gerabah yang menarik di Blibli.com dengan harga terjangkau.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar